Cikalongkulon, minggu 22 mei 2011
Kesadaran masyarakat di Kecamatan Cikalongkulon dinilai masih minim
hal ini bisa dilihat masih banyaknya para pengendara yang kerap
melanggar aturan lalu lintas terutama para pengguna sepeda motor yang
tidak menggunakan helm serta membawa penumpang lebih dari dua orang
terutama para pelajar sekolah dimana hal tersebut dapat membahayakan
diri sendiri maupun orang lain.
Seperti yang terpantau minggu (22/05) didepan Pos
Gatur Lalu lintas pertigaan Leuwi Bungur Kecamatan Cikalongkulon
terpantau banyak para pengemudi sepeda motor yang tidak menggunakan
helm lebih parah lagi mereka membawa penumpang lebih dari dua orang
sehingga dikhawatirkan ketika terjadi kecelakaan bisa membahayakan
sipengemudi maupun penumpang sepeda motor maupun orang lain.
Menurut salah seorang petugas polantas Polsek Cikalongkulon Briptu
Erik S menyebutkan para pengguna jalan di wilayah tersebut masih
banyak yang melanggar aturan lalu lintas hal ini disebabkan masih
kurangnya kesadaran disiplin lalu lintas para pengguna jalan terutama
pengguna sepeda motor padahal setiap hari petugas kepolisian selalu
menindak tegas para pelanggar aturan lalu lintas “setiap hari
rata-rata para pelanggar lalu lintas depan Pos Gatur mencapai sepuluh
orang pengemudi sepeda motor yang ditilang”akunya
.
Walaupun pihak kepolisian melakukan tindakan tegas kepada para
pelanggar lalu lintas setiap hari tetapi kesadaran masyarakat masih
rendah terhadap disiplin lalu lintas hal ini bisa dilihat masih
banyaknya para pengguna jalan yang melanggar aturan terutama para
pelajar lebih parah lagi masih banyak orang tua atau para pegawai
pemerintah yang melakukan pelanggaran “selain para pelajar juga banyak
para PNS yang melanggar aturan lalu lintas berhasil ditindak setiap
harinya”tambahnya.
Bagi pihak kepolisian rendahnya kualitas kesadaran masyarakat dalam
mematuhi aturan lalu lintas di wilayah Cikalongkulon merupakan suatu
polemik yang susah untuk dipecahkan karena disatu sisi petugas
polantas yang menjalankan fungsinya dijalan raya tetapi dimata para
pelanggar yang kebanyakan warga setempat menjadi kontraduktif
“seringkali petugas mendapat teguran serta omelan dari para pelanggar
yang notabene masih warga setempat yang ditindak”katanya.
Padahal kesadaran disiplin lalu lintas dimaksudkan untuk mengurangi
angka kecelakaan yang sangat tinggi serta meminimalisir jatuhnya
korban yang sangat parah ketika terjadinya kecelakaan yang menimpa
pengguna jalan sehingga dirinya menghimbau “ kepada para pengguna
jalan supaya mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan alat
keselamatan yang telah ditentukan serta mematuhi rambu-rambu lalu
lintas dan marka jalan supaya keselamatan dijalan raya lebih
terjamin”pungkasnya.(hendry).
Walaupun pihak kepolisian melakukan tindakan tegas kepada para
pelanggar lalu lintas setiap hari tetapi kesadaran masyarakat masih
rendah terhadap disiplin lalu lintas hal ini bisa dilihat masih
banyaknya para pengguna jalan yang melanggar aturan terutama para
pelajar lebih parah lagi masih banyak orang tua atau para pegawai
pemerintah yang melakukan pelanggaran “selain para pelajar juga banyak
para PNS yang melanggar aturan lalu lintas berhasil ditindak setiap
harinya”tambahnya.
Bagi pihak kepolisian rendahnya kualitas kesadaran masyarakat dalam
mematuhi aturan lalu lintas di wilayah Cikalongkulon merupakan suatu
polemik yang susah untuk dipecahkan karena disatu sisi petugas
polantas yang menjalankan fungsinya dijalan raya tetapi dimata para
pelanggar yang kebanyakan warga setempat menjadi kontraduktif
“seringkali petugas mendapat teguran serta omelan dari para pelanggar
yang notabene masih warga setempat yang ditindak”katanya.
Padahal kesadaran disiplin lalu lintas dimaksudkan untuk mengurangi
angka kecelakaan yang sangat tinggi serta meminimalisir jatuhnya
korban yang sangat parah ketika terjadinya kecelakaan yang menimpa
pengguna jalan sehingga dirinya menghimbau “ kepada para pengguna
jalan supaya mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan alat
keselamatan yang telah ditentukan serta mematuhi rambu-rambu lalu
lintas dan marka jalan supaya keselamatan dijalan raya lebih
terjamin”pungkasnya.(hendry).
Harus di akui memang begitulah fakta yg trjadi di lapangan bnyk pngndara roda dua yg saya bilang "arogan" trutama para preman & anggota suatu ormas(yang anggotanya kbanyakn preman walaupun bnyk yg kluaran skolahan atau malah sarjana tp ttp aja mentalnya mental preman;kalo ada yg trsinggung jgn marah tp koreksi diri krna ini fakta!) polisi jg kadang tdk brani menindak krna kagok dah knal ma mreka(pak tarman aja yg serem g brni nangkep!) Maaf bagi penulis jg silahkan koreksi diri anda sndri!
BalasHapus